Senin, 07 Maret 2011

Analisa masalah ( Berbahasa Indonesia)

Penggunaan bahasa indonesia dikaitkan dengan proses penalaran 1. Penalaran Definisi Setiap siswa memiliki gaya belajar sendiri. Bobbi Deporter (1992) menyebutkan hal itu sebagai unsur modalitas belajar. Menurutnya ada tiga belajar pada tiap diri siswa dimana tiap orang memiliki kecenderungan terhadap salah satunya. Ketiga hal itu adalah visual, auditorial, dan kinestetis. Siswa yang memiliki kecenderungan visual akan cenderung belajar dengan cara melihat. Siswa dengan kecenderungan auditorial akan lebih tertarik untuk belajar dengan mendengarkan suara-suara. Sementara siswa dengan karakter kinestetis akan lebih tertarik untuk praktek dengan melakukan suatu kegiatan atau menyentuh secara langsung. Dalam pembelajaran kontekstual, guru dituntut untuk dapat memahami karakteristik belajar siswa sehingga siswa dapat belajar dengan gayanya masing-masing. Dalam pembelajaran konvensional, guru sering lupa memperhatikan hal ini. Sehingga yang terjadi adalah apa yang dikatakan Oleh Paulo Freire sebagai pemaksaan kehendak.Sehubungan dengan itu, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru ketika akan menerapkan model belajar pembelajaran kontekstual, yakni : Pertama, siswa harus dipandang sebagai manusia yag sedang berkembang dan bukan sebagai orang dewasa dalam ukuran kecil. Kemampuan belajar siswa sangat dipengaruhi oleh level perkembangan siswa sehingga kita tidak boleh memberikan pelajaran yang tidak sesuai dengan level perkembangan siswa tersebut. Dengan demikian guru tidak bertindak sebagai penguasa dalam sebuah pembelajaran, namun ia berperan sebagai pembimbing siswa dalam membimbing mereka sesuai dengan level perkembanganny

Rabu, 01 Desember 2010

My family

Keluarga ku adalah tiang dari hidup ku.....


Ayah ku adalah ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarga dan ia adalah ayah yang terbaik yang pernah kumiliki, Ia adalah ayah yang telah memberikan aku sebuah kekuatan untuk bertahan dalam hidup ini dan ia telah mengajarkan aku bagaimana seorang laki-laki bertanggung jawab dan melindungi keluarganya ...


Ibu ku adalah seorang wanita yang telah melahirkan aku dan ia telah memberikan seluruh impian dan harapan untuk membuatku tetap terjaga...


Kakak dan adik ku telah memberikan semangat untuk membuat aku selalu menjaga mereka dan aku belum sempat membuat mereka merasakan perlindungan dari ku.


Karena mereka ku hidup dan demi mereka pula aku rela mengorbankan apapun yang ku miliki, karena ayah dan ibu ku yang telah memberikan kasih sayang yang belum sempat aku balaskan. Hidup ku hanya untuk mereka dan sampai akhir hayatku nanti aku akan selalu berusaha untuk membahagiakan ayah dan ibuku walaupun hanya sebagian kecil pengabdianku, walaupun kasih sayang mereka tidak pernah bisa terbalaskan tetapi aku akan tetap berusaha untuk menjaga mereka di hari tuanya nanti walaupun aku harus mengorbankan tubuh dan darah ku ini.


Keinginan ku hanya satu yaitu membahagiakan mereka dan membuktikan kepada mereka bahwa aku akan menjadi apa yang mereka harapkan...

Ayah… maaf boleh aku beli waktumu ?

Sahabat…., diantara tugas-tugas terberat yang kita rasakan sebagai Ayah dan Ibu adalah bekerjasama untuk mendidik Anak SECARA LANGSUNG agar anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholihah, menampilkan keteladanan yang baik selama bersama mereka, memberikan perhatian dan waktu yang cukup untuk mereka, menemani belajar dan bermain mereka , serta mengantar tidur mereka dengan cerita indah penuh hikmah. Inilah kisah untuk kita renungkan bersama bagi kita yang masih berprinsip ‘ waktu adalah uang ‘.
Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di
Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron,
putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia
nampaknya sudah menunggu cukup lama akan kedatangan ayahnya pulang kerja.


"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang
sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke
kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron
menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji
Ayah?"


"Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?"


"Ah, enggak. Pengen tahu aja."


"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan
dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja.
Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?"


Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara
ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju
kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.


"Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam
ayah digaji Rp 40.000,- dong," katanya.


"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Rudi.


Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian,
Imron kembali bertanya, "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"


"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini?
Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."


"Tapi, Ayah..."


Kesabaran Rudi habis. "Ayah bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Imron. Anak
kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali
hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu
belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang
uang Rp 15.000,- di tangannya.


Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, "Maafkan
Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam
begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih
dari itu pun ayah kasih."


"Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah
menabung lagi dari uang jajan selama satu minggu ini."


"Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut.


"Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga
puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga.
Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi
karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam
harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam
dari Ayah," kata Imron polos.


Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat, air matanya mengalir deras, menyesali segala ketidakberdayaannya.


Sahabat Facebookers Yang disayang Allah, betapa setiap detik kasih sayang Allah telah kita rasakan, sesungguhnya adalah kita diperintah untuk membagi kasih sayang itu kepada orang-orang yang terdekat dengan kita, kepada orang-orang yang kehilangan kasih sayang dan kepada seluruh makhluq di muka Bumi ini, sebagai wujud manifetasi tugas kita sebagai Wakil Allah di muka Bumi.


Sahabat……, andai tugas yang membuat kita menjadi sering meninggalkan buah hati kita, maka jangan sampai lupa disetiap lelah dan dahaga kita terselip do’a untuk sang buah hati kita, terutama disetiap usai kita beribadah dalam bentuk apapun,

20 keunggulan indonesia di dunia

1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni).


2. Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).


3. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.


4. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.


5. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.


6. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.


7. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).


8. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus’¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.


9produsen timah terbesar kedua.


10. Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil)
.

11. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.


12. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia)
.

13. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.


14. Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di kalimantan & Papua.


15. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.


16. Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.


17. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.


18. Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.


19. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.


20. Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.

Alasan mahasiswa lama lulus kuliaaahhhh....!!!!!

Jika saya lihat dari hitungan hari (baca: alasan) ini, sebenarnya bukan
salah sang mahasiswa bila ia tidak lulus ujian, karena belajar pun tidak
sempat…



Tahukah anda, setahun itu hanya terdapat 365 hari yang kita tahu sebagai
tahun akademik siswa… Mari kita hitung!



Hari Minggu
52 hari dalam setahun. Anda pasti tahu bahwa hari minggu itu adalah hari
istirahat. Hari tersisa tinggal 313.



Hari Libur (Nasional maupun internasional)
Kurang lebih terdapat 13 hari libur dalam setahun, misalnya tahun baru,
natal, dsb… Hari tersisa tinggal 300.



Libur Kuliah
Jelas semua mahasiswa akan libur dan tidak akan kuliah. Biasanya sekitar 2
bulan lebih, anggaplah sekitar 60 hari.



Hari tersisa tinggal 240.
Tidur Yang paling baik dan dianjurkan adalah 8 jam sehari untuk kesehatan, jadi 120 hari
terpakai. Hari tersisa tinggal 120.



Beribadah
Paling tidak 1 sampai 2 jam perhari kita beribadah, kita alokasikan 25 hari
dalam setahun. Hari tersisa tinggal 95.



Bermain
Hal yang paling baik untuk kesegaran dan kesehatan adalah bermain. Paling
tidak memerlukan 1 jam sehari. Terpakai lagi 15 hari. Hari tersisa tinggal
80.



Makan
Sekurang-kurangnya selama satu hari kita habiskan 2 jam untuk makan atau
minum, hilang lagi 30 hari. Hari tersisa tinggal 50



Berbicara
Jangan lupakan, bahwa manusia adalah mahluk sosial yang butuh berinteraksi
dengan orang lain. Kita ambil 1 jam perhari untuk berbicara. 15 hari
terpakai lagi. Hari tersisa tinggal 35.



Sakit
Kitapun bisa sakit, baik ringan maupun berat. Itupun `kalau' sakit, paling
tidak 5 hari dalam setahun sudah cukup mewakili. Hari tersisa tinggal 30.


Ujian
Ujian itu sendiri biasanya dilaksanakan selama 2 minggu per semester.
Berarti, 24 hari sudah teralokasi untuk ujian. Hari tersisa tinggal 6.


Refreshing
Untuk menyegarkan pikiran, refreshing itu perlu. Nonton dan jalan-jalan
paling tidak menghabiskan waktu 5 hari dalam setahun. Hari tersisa tinggal 1.


Satu hari yang sisa itu khan HARI ULANG TAHUN….!!!
Masa harus belajar, sih?



hahahahaha...

Beginilah jika bumi hanya dihuni oleh 100 orang saja..

Sungguh menarik jika membayangkan bahwa bumi hanya di huni oleh 100 saja. Coba Lihat! Jika seluruh populasi penduduk bumi tinggal dalam satu desa dan disusutkan hingga menjadi tinggal 100 orang saja, dan jika seluruh perhitungan rasio kependudukan masih berlaku, seperti apakah kira-kira profil desa bumi tersebut?


Philip M. Hartner, MD dari fakultas kedokteran Stanford University Amerika Serikat mencoba menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut.


Berdasarkan analisanya pada penduduk desa bumi, ditemukan komposisi sebagai berikut :



* Dari perbandingan sukubangsa :


Maka bumi akan dihuni oleh :
57 orang Asia,
21 orang Eropa,
14 orang dari bagian bumi sebelah barat dan
8 orang Afrika



* Dari perbandingan jenis kelamin :
52 orang perempuan,
48 orang laki-laki



* Dari perbandingan warna kulit:
20 orang kulit putih,
80 orang kulit berwarna



* Dari tingkah laku seksual:
89 orang heteroseksual,
11 orang homoseksual



* Dari kekayaan dan kesejahteraan:
6 orang memiliki 59% dari seluruh kekayaan bumi, dan ke enam orang tersebut berasal dari Amerika Serikat,
80 orang tinggal di rumah-rumah yang tidak memenuhi standar,
70 orang tidak bisa membaca,
50 orang menderita kekurangan gizi,
1 orang hampir meninggal,
1 orang dalam kondisi hamil,
1 orang memiliki latar belakang perguruan tinggi,
1 orang mempunyai computer.


Sekarang mari kita renungkan analisa Hartner dan simak hal-hal berikut ini :


* Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki banyak makanan dan dapat membaca — maka anda adalah bagian dari kelompok terpilih dan lebih kaya dari 75% penduduk bumi yang lain.


* Jika anda memiliki rumah yang baik, memiliki banyak makanan , dapat membaca, memiliki computer maka anda adalah bagian dari kelompok elit.


* Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat — anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin yang mungkin tidak dapat bertahan hidup hingga minggu ini


* Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksaan, atau kelaparan – anda lebih beruntung dari 500 juta orang yang lainnya.


* Jika anda dapat menghadiri pertemuan politik, ikut kampanye, menjadi caleg, diskusi dan pertemuan keagamaan tanpa merasa takut ditangkap, disiksa, dikucilkan – anda lebih beruntung, karena lebih dari 3 milyar penduduk bumi tidak dapat melakukannya dengan bebas.


* Anda juga mungkin termasuk anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya dunia – jika anda sekarang ini memiliki uang di dompet, di bank dan mampu membelanjakan sebagian uang anda untuk makan di restoran.


* Dan jika anda membaca pesan ini sampai selesai – anda baru saja mendapatkan karunia ganda : karena seseorang memikirkan anda, dan anda lebih beruntung dari 2 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali.



Demikianlah. Semoga anda dapat menikmati hari yang indah ini. Duduk di depan komputer, merancang hari depan dengan baik, peduli pada sesama. Hitunglah karunia keberuntungan anda bak-baik, dan sampaikan kepada orang lain untuk mengingatkan, bahwa sebenarnya kita adalah orang-orang yang sangat beruntung.Dan jangan lupa,ganti status facebookmu yg berisi daftar keluhan sehari-hari itu.

bahaya gerakan kaki tangan orientalisme

Gerakan Sekularisasi, Liberalisasi, Pluralisasi sangat berbahaya bagi umat Islam. Gerakan hasil pendidikan orientalisme tersebut pada akhirnya bisa membuat orang menjadi murtad dari agama Islam dengan tanpa sadar.


Menurut catatan sejarah, munculnya slogan-slogan gerakan tersebut ramai sejak tahun 1970. Dilontarkan oleh ketua umum HMI pada waktu itu, Nurcholish Madjid. Terus diikuti oleh DR. Mukti Ali, Dawam Raharjo, Djohan Efendi, Ahmad Wahib, DR. Harun Nasution. Pada kurun berikutnya slogan ini diadopsi oleh Ulil Abshor Abdalla, Budi Munawar Rahman, DR. Abdul Munir Mulkhan dan lain-lain.


Gerakan ini melaju melalui puluhan lembaga, di antaranya JIL. Juga melalui lembaga pendidikan yang berbasis di IAIN/UIN. Gerakan tersebut didukung oleh dana, terutama dari luar negri, yang luar biasa besar. Gerakan ini mempunyai tujuan agar seorang Muslim mempunyai keraguan terhadap agamanya, Al-Qur’an dan Hadits Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam.


Beberapa ungkapan dan pemikiran yang sering mereka lontarkan di antaranya adalah:


1. Semua agama adalah sama, semuanya menuju jalan kebenaran, jadi Islam bukanlah yang paling benar.


2. Surga itu satu, tapi terdiri dari banyak pintu dan kamar, tiap pintu adalah jalan pemeluk tiap agama memasuki kamar surganya.


3. Kita tidak bisa mengetahui kebenaran absolut, kita dapat mengetahui hanya sejauh itu absah bagi kita. Artinya, kebenaran yang kita yakini tak lain adalah kebenaran sepihak, bukan kebenaran mutlak.


4. Semua agama harus didudukkan pada posisi yang sejajar, sederajat, tidak boleh ada yang mengklaim lebih tinggi, lebih benar, atau paling benar sendiri.


5. Memanipulasi paparan tentang sejarah penulisan Al-Quran dengan cara yang tidak pantas, sehingga bisa membuat orang Islam yang awam menjadi ragu.

Bagi mereka, Al-Quran sekarang perlu ditinjau kembali karena ada yang tidak relevan. Yang ada, menurut mereka, tinggal teksnya saja. Karena itu harus disesuaikan dengan zaman. Bagi mereka Al-Quran sudah tidak sakral lagi.

Pemikiran-pemikiran tersebut di atas penulis kutip dari simpulan makalah yang ditulis oleh saudara Adian Husaini, M.A. (Wednesday, October 17, 2007).

Untuk menjawab gagasan usang kaum liberal penulis kutip fatwa para ulama yang terangkum di dalam Fatwa Lajnah Da’wah No. 19406 dari buku Dakwah Kesatuan Agama-Agama, karya Abu Awas Ali bin Husain Abu Luz, Abu Abdullah Hamud bin Abdullah al-Mathor).

Fatwa-fatwa dari Lajnah Daimah dalam menanggapi pemikiran-pemikiran yang menyerukan penyatuan agama-agama (Islam, Yahudi, dan Kristen). Fatawa nomor 19402.

Segala pujian hanya bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada orang yang tidak ada nabi setelahnya, kepada para keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan orang-orang yang menikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat kelak.

Lajnah Daimah akan menanggapi hal-hal yang selama ini menjadi pertanyaan dan tersebut di berbagai media, tentang tujuan dan latar belakang pernyataan-pernyataan yang menyeru penyatuan agama-agama (Islam, Yahudi, Nashoro). Seruan gerakan tersebut adalah dengan membangun masjid, gereja, dan tempat ibadah dalam satu tempat. Juga membangun tempat-tampat ibadah di tempat-tempat umum. Mereka telah mengadakan berbagai muktamar baik di Barat maupun di Timur. Setelah kami pelajari, Lajnah mengeluarkan pernyataan sebagai berikut:



* Dasar utama dalam gama Islam —yang wajib diketahuai oleh setiap muslim dan sudah disepakati oleh kaum muslimin— adalah bahwa tidak ada agama di muka bumi ini kecuali agama Islam. Agama Islam adalah agama penutup dan penghapus agama sebelumnya. Islam menghapus syariat sebelumnya. Tidak ada agama di bumi yang menganjurkan untuk menyembah Allah, kecuali agama Islam. Allah berfirman,

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ


“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Surat Al-Imran:85)



* Islam setelah diutusnya Muhammad tidak ada agama kecuali agama Islam yag dibawanya.Termasuk pokok-pokok aqidah Islam adalah keyakinan bahwa kitab Allah (Al-Quran al-Karim) adalah kitab terakhir yang Allah turunkan. Al-Quran menghapus kitab-kitab sebelumnya. Al-Quran merupakan tolok ukur dari kitab-kitab sebelumnya.


Allah berfirman surat Al-maidah : 48

وَأَنزَلْنَآإِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُم بَيْنَهُمْ بِمَآأَنزَلَ اللهُ وَلاَتَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُّلٍّ
جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَآءَ اللهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَآءَاتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ


“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (Surat al-Maidah:48)



* Wajibnya mengimani bahwa Taurat, Injil, maupun kitab sebelumnya telah dihapus olah Al-Qur’an. Kedua kitab tersebut telah mengalami perubahann karena dikurangi dan ditambahi.

فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِندِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلاً فَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلُُلَّهُم مِّمَّا يَكْسِبُونَ


“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (Surat al-Baqarah:79)


Kalaupun masih terdapat bagian yang sahih (belum diubah) tetap saja telah dihapus dengan datangnya Islam (yang dibawa oleh Nabi Muhammad e, red.). Sementara itu tentang bagian yang telah diubah, ada sebuah riwayat menyebutkan:


Bahwasanya Umar bin Khaththab mendatangi Nabi e sembari membawa kitab yang didapatnya dari sebagian Ahli Kitab. Umar pun membacakannya kepada Nabi e. Tiba-tiba beliau marah dan bersabda, ‘Wahai Ibnul Khaththab! Apakah engkau masih ragu-ragu tentang Al-Qur’an? Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku telah mendatangkan kepada kalian sesuatu yang jelas terang—benderang (Al-Quran)…


وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا ، مَا وَسِعَهُ إِلاَّ أَنْ يَتَّبِعَنِي


“Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya seandainya Musa hidup, tidaklah ia memakainya kecuali mengikutiku.” (HR. Ahmad)



* Termasuk dasar akidah di dalam Islam adalah keyakinan bahwa sesungguhnya nabi kita dan rasul adalah akhir dari para nabi dan rasul.


“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasullulah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Ahzab:40)


Tidak ada lagi rasul yang boleh diikuti kecuali Nabi Muhammad. Seandainya ada satu nabi Allah yang hidup tidak akan menyebarkan syariat, kecuali hanya mengikuti Nabi Muhammad e. Hal ini disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya,


وَإِذْ أَخَذَ اللهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَآءَاتَيْتُكُم مِّن كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَآءَكُمْ رَسُولُُ مُّصَدِّقُُ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنصُرُنَّهُ قَالَ ءَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُم مِّنَ الشَّاهِدِينَ


“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.” (Surat Ali-Imran:81)


Kelak, ketika Nabi Isa turun di akhir zaman juga akan mengikuti syariat Nabi Muhammad e dan berhukum dengannya.


“Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang mereka dapat tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka.” (Surat al-A’raf:157)


Begitu pula keyakinan bahwa Rasulullah e diutus untuk umat manusia secara keseluruhan juga merupakan bagian dari dasar akidah Islam.


وَمَآأَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَآفَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَيَعْلَمُونَ


“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (Surat Saba’:28)



* Islam juga mempunyai dasar pokok akidah bahwa orang yang tidak masuk di dalam Islam adalah kafir, termasuk di dalamnya adalah kaum Yahudi dan Nashoro. Mereka adalah musuh Allah dan kaum muslimin. Mereka akan menjadi penduduk Neraka. Disebutkan dalam firman Allah,


لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ أَهْلِ الْكِتَبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتَّى يَأْ تِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ

إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ أَهْلِ الْكِتَبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَلِدِيْنَ فِيْهَآ أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ


“Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata.”


“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik ke neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (Al-Bayyinah:1 & 6)


Dalam sebuah hadits sahih disebutkan, bahwa Nabi e pernah bersabda,


والذِي نَفْسي بيدِهِ لا يسْمَعُ بِي أحدٌ من هذِه الأُمةِ يَهودِيٌّ وَلاَ نصرانيٌّ ثُمَّ يُمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ


“Demi yang jiwaku di dalam tangan-Nya, tidaklah salah satu dari umat ini, termasuk Yahudi maupun Nashoro, yang mendengarku kemudian dia mati tidak dalam keadaan beriman kepada apa yang aku diutus dengan-Nya kecuali akan menjadi penghuni neraka.” (H.R. Muslim).


Berdasar hadis ini, orang yang tidak mengkafirkan Yahudi dan Nashoro pun termasuk kafir. Ini sesuai dengan kaidah syariat bahwa barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang kafir berarti telah kafir.



* Memperhatikan pokok-pokok akidah dan syariat, maka dapat dikatakan bahwa seruan untuk menyatukan agama, mendekatkan di antaranya, dan meleburnya menjadi satu, adalah ajakan yang sangat jelek dan merusak. Seruan mereka adalah penipuan dengan tujuan mencampuradukkan antara yang benar dan yang salah. Seruan itu akan menghancurkan Islam, merobohkan dan memporakporandakannya. Mereka mengajak orang Islam untuk murtad secara sempurna. Firman Allah menunjukkan hal ini,


وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا


“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (Al-Baqoroh:217)


وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَآءً


“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama.” (Surat an-Nisa’:89)



* Seruan penyatuan agama-agama ini berusaha menghilangkan perbedaan antara Islam dan kafir, antara kebenaran dan kebatilan, antara baik dan buruk, dan menghilangkan batas antara muslimin dan kafirin. Mereka berusaha menimbulkan keyakinan bahwa jihad itu tidak ada, bahwa wala’/baro’ (loyalitas & berlepas diri) tidak ada, begitu pula mereka menginginkan penegakan kalimat Allah tidak dibutuhkan. Allah berfirman,


قَاتِلُوا الَّذِينَ لاَيُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَلاَيُحَرِّمُونَ مَاحَرَّمَ اللهُ وَرَسُولُهُ وَلاَيَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ


“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar, yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (Surat at-Taubah:29)


إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّماَوَاتِ وَاْلأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ فَلاَتَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ


“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasannya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (Surat at-Taubah:36)



* Seorang muslim yang menyerukan akidah penyatuan agama-agama berarti terang-terangan telah keluar dari agama Islam, karena menentang pokok-pokok akidah Islam dan rela dengan kekufuran. Orang tersebut sama saja menolak kebenaran Al-Qur’an yang menghapus semua agama dan kitab sebelumnya. Orang semacam itu berarti menolak keyakinan bahwa Islam telah menghapus syariat dan agama-agama sebelumnya. Karena itulah pemikiran mereka tersebut tertolak berdasar syariat. Pemikiran mereka diharamkan berdasar dalil Al-Qur’an, al-Sunnah, dan Ijma’.


Berdasarkan uraian di muka, maka bisa disimpulkan sebagai berikut:



1. Setiap muslim —yang beriman kepada Allah sebagai Robb dan Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi dan rasul— tidak diperbolehkan ikut menyerukan pemikiran yang dosa ini. Seorang muslim tidak boleh pula memberikan semangat kepadanya dan membukan jalan penyeruan di kalangan kaum muslimin, apalagi menerimanya dan masuk ke dalam muktamar dan pertemuannya atau tertarik kepada kegitan-kegitan mereka.


2. Seorang muslim tidak boleh mencetak Taurat dan Injil, lantas bagaimana mungkin diperbolehkan mencetak Al-Qur’an, Taurat, dan Injil dalam satu sampul. Barangsiapa nekat melakukan, bahkan menyerukan, berarti telah sesat sejauh-jauhnya. Karena mereka mengumpulkan antara yang benar (Al-Qur’an) dengan kebatilan (Taurat dan Injil) baik yang sudah diubah maupun yang belum —toh keduanya telah dihapus oleh Al-Qur’an.


3. Setiap muslim tidak boleh menerima ajakan untuk membangun masjid, gereja, dan tempat ibadah lain dalam satu tempat. Jika itu dilakukan berarti sama dengan mengakui bahwa agama selain Islam juga menyembah Allah dan mengingkari bahwa Islam mengungguli semua agama. Tidaklah boleh meyakini bahwa di bumi ini ada 3 agama dan ketiga-tiganya sama. Barangsiapa meyakini seperti itu sama saja meyakini bahwa Islam itu tidak menghapus agama-agama sebelumnya. Tidak diragukan lagi seseorang yang punya keyakinan dan rela dengan pemikiran tersebut berarti kufur dan sesat, karena terang-terangan menyelisihi Al-Quran, Al-Sunnah, dan ijma’ kaum muslimin. Mereka sama dengan mengakui perubahan-perubahan agama Yahudi dan Nashoro datangnya dari Allah. Seorang muslim tidak boleh menyebut nama gereja dengan Baitulloh. Jika ini dilanggar berarti sama saja beranggapan bahwa orang-orang yang berada di dalam gereja itu menyembah Allah dengan ibadah yang benar dan diterima di sisi Allah, padahal mereka beribadah dengan selain agama Islam. Allah berfirman,


وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ اْلأِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلأَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ


“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Surat Ali Imran:85)


Yang pasti, gereja bukanlah Baitulloh. Orang-orang yang beribadah di dalamnya tidaklah menyembah kepada Alloh, bahkan gereja adalah rumah yang di dalamnya berisi orang-orang yang mengingkari Allah. Kita berlindung dari hal semacam itu!


Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah, dalam Majmu’ Fatawa XXII/162, berkata,


لَيْسَتْ— أي: البِيْعُ والكَنَائِسُ —بُيُوتَ اللَّهِ وَإِنَّمَا بُيُوتُ اللَّهِ الْمَسَاجِدُ : بَلْ هِيَ بُيُوتٌ يُكْفَرُ فِيهَا بِاَللَّهِ وَإِنْ كَانَ قَدْ يُذْكَرُ فِيهَا فَالْبُيُوتُ بِمَنْزِلَةِ أَهْلِهَا وَأَهْلُهَا كُفَّارٌ فَهِيَ بُيُوتُ عِبَادَةِ الْكُفَّارِ


“Gereja-gereja itu bukan rumah-rumah Allah, yang disebut dengan rumah Allah hanyalah masjid. Bahkan gereja itu adalah rumah yang di dalamnya dilakukan pengingkaran kepada Allah, sekalipun kadang-kadang disebutkan nama Allah. Rumah itu sesuai dengan kondisi penghuninya. Karena yang menghuni adalah orang-orang kafir, maka dinamakan dengan tempat ibadahnya orang kafir.



* Mendakwahi orang kafir secara umum dan ahlul kitab secara khusus untuk masuk Islam adalah kewajiban kaum muslimin. Hal ini berdasarkan perintah dari Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Dakwah tersebut dilakukan dengan jalan memberikan penjelasan dan diskusi secara ‘ahsan’ sangat baik, tanpa mengorbankan syariat Islam sedikit pun. Dengan cara inilah diharapkan mereka menemukan ketenangan dalam Islam sehingga mau masuk Islam. Bisa juga dilakukan dengan menggunakan dalil-dalil untuk mengalahkan mereka.


Allah berfirman,


قُلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَآءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إِلاَّ اللهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللهِ فَإِن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ


“Katakanlah: ‘Hai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah” Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka : “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri.” (Surat Ali Imron:64)


Sebuah kesalahan besar bila kita melakukan pertemuan dan diskusi dengan mereka kemudian mengikuti mereka dengan mengorbankan asas Islam. Jelas ini adalah pelanggaran terhadap agama Islam dan Allah. Semoga Allah menyelamatkan kita dari semua itu!


وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَآأَنزَلَ اللهُ وَلاَتَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَن بَعْضِ مَآ أَنزَلَ اللهُ إِلَيْكَ فَإِن تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ


“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” (Surat Al-Maidah:49)


Lajnah Daimah mengeluarkan keputusan ini untuk menjelaskan kepada masyarakat, memberikan nasihat kepada kaum muslimin secara umum dan ahli ilmu secara khusus. Lajnah Daimah mengajak mereka untuk bertakwa kepada Allah dan mengoreksi diri. Lajnah Daimah menyeru untuk menjaga Islam dan akidah muslim dari kesesatan dan penyeru kesesatan, dari kekufuran dan penyerunya. Lajnah merasa perlu memperingatkan mereka bahaya dari dakwah kekufuran dan kesesatan (penyatuan agama) dan kejadian-kejadian terkait dengan seruan kesesatan itu yang kini marak. Kita berlindung kepada Allah dari semua itu! Amin, ya rabbal ‘alamin!