Senin, 01 November 2010

Bahasa Indonesia dalam tataran Ilmiah, Non-Ilmiah, Semi Ilmiah

TULISAN ILMIAH


Tulisan ilmiah adalah tulisan yang disusun secara sistematis dan logis. Tulisan ilmiah umumnya berisikan masalah-masalah yang objektif yang dipadukan dengan kecermatan penalaran dan bahasa. Dalam karya tulis ilmiah digunakan ragam bahasa formal atau terpelajar bukan bahasa informal atau pergaulan. Ragam bahasa ilmiah umumnya mengikuti gagasan penulis dalam suatu bidang ilmu tertentu. Ragam bahasa ilmiah juga dapat membedakan gagasan atau pokok pikiran yang memang berbeda dan mempunyai struktur yang baku dan cermat, sehingga gagasan dapat dengan mudah dimengerti ataupun diterima oleh pembaca.

contoh :
Banjir semalam ternyata bukan hanya melumpuhkan Jakarta, tapi juga memakan korban jiwa. Seorang mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) meninggal dunia setelah terseret arus banjir di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Senin malam, 25 Oktober 2010.

Korban yang diidentifikasi bernama Dian Nur Aprianti, ditemukan tim SAR Polsek Cilandak di gorong-gorong di kawasan Jalan Haji Naim III, Cilandak, Jakarta Selatan, dalam keadaan tak bernyawa.

Petaka yang menimpa warga Jalan Damai RT 3 RW 5, Pejaten Timur, Jakarta Selatan itu terjadi saat banjir menggenangi kawasan Cipete. Motor yang dikendarai Dian dan adiknya terhenti di depan Pasar Inpres Cipete, karena terhambat banjir. Dian kemudian turun dari motor untuk berjalan kaki. Malang tak dapat ditolak, karena tidak dapat melihat dasar jalan, ia terperosok ke dalam gorong-gorong dan hilang seketika terseret arus air.

Menurut anggota Tim SAR bernama Satria, jasad Dian ditemukan di bantaran Kali Krukut, tersangkut di antara pohon pisang. Pencarian dilakukan sejak semalam, tapi dihentikan pada pukul 00.00 WIB. Baru pagi ini jasad Dian ditemukan.

"Pencarian dimulai jam 06.00 WIB, akhirnya korban bisa ditemukan. Kini masih menunggu ambulans untuk dibawa ke rumah sakit," ujar Satria, Selasa, 26 Oktober 2010.

Sementara itu, ayah Dian, Burhanudin, yang berada di lokasi korban ditemukan terlihat pasrah dan tak dapat berbuat banyak. Ia hanya bersyukur jasad putrinya bisa ditemukan. "Keluarga hanya pasrah, kami tidak menyangka kejadian ini," ujarnya.

Hujan deras yang mengguyur sejak kemarin sore membuat Jakarta lumpuh. Lalu-lintas di jalan-jalan protokol, arteri, dan jalan alternatif total lumpuh.
Hingga pagi ini, masih ada pemukiman warga yang tergenang banjir akibat luapan air sungai. (sumber :vivanews.com)




SEMI ILMIAH


Manga, merupakan sebutan untuk komik di Jepang. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan komik masuk pertama kali ke Jepang, tetapi pada mulanya komik Jepang adalah peniruan dari film animasi Walt Disney oleh Ozamu Tezuka (1928-1989) dan merupakan cikal bakal dari komik Jepang modern. Beliau mengekspresikan gerakan film-film animasi Walt Disney ke dalam komik Jepang. Karya-karya beliau setelah akhir perang dunia II membuka era baru untuk komik Jepang. Karena pada mulanya komik di Jepang adalah peniruan dari film animasi dari Walt Disney maka saat itu para penggemar komik Jepang adalah anak-anak. Namun pada tahun 1959 mulai diterbitkan dua majalah mingguan untuk anak laki-laki yaitu Shonen Magazine dan Shonen Sunday. Saat itu hiburan untuk anak di Jepang hanyalah komik saja, belum ada anime (sebutan untuk film animasi di Jepang) dan tentu saja belum ada game komputer. Sepuluh tahun kemudian, majalah komik untuk remaja mulai terbit, Manga Action (1967), Young Comic (1967), Play Comic (1968) dan Big Comic (1967). Pembaca komik yang usianya kurang lebih sembilan tahun pada tahun 1959, maka pada saat itu (tahun 1967) mereka telah berumur kurang lebih delapan belas tahun dan telah masuk masa remaja sehingga mereka mau membaca komik yang cocok dengan usia dan selera mereka



NON ILMIAH

Karya non ilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan non-ilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis

contoh karya tulis non-ilmiah yaitu cerpen, puisi, novel, komik dll.

Berbahasa Indonesia secara baik dan benar

Berbahasa Indonesia secara baik dan benar adalah sesuai dengan sasaran kepada siapa bahasa tersebut disampaikan dengan unsur (umur, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan sudut pandang khalayak sasaran kita) dan dari aspek kaidah, yaitu peraturan bahasa (tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, dan ejaan). Masih banyak orang yang menyamakan pengertian bahasa baku dengan bahasa yang baik dan benar. Bahasa yang dipergunakan di dalam situasi tidak resmi pun dianggap sebagai bahasa baku. Makna baku tampaknya tidak dipahami secara benar, apalagi makna bahasa baku. Hal ini disebabkan oleh keengganan orang mencari makna istilah baku dan bahasa baku itu di dalam kamus Umum atau Kamus Istilah Linguistik, baik dari bahasa Indonesia maupun dari bahasa Asing, terutama dalam bahasa Inggris.

Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, Poerwadarminta menuliskan:

baku I

Jawa, (1) yang menjadi pokok, yang sebenarnya; (2) sesuatu yang dipakai sebagai dasar ukuran (nilai, harga; standar).

baku II

saling (1976 : 79).

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1988 : 71), kata baku juga ada dijelaskan.

baku I

(1) pokok, utama; (2) tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas atau kualitas dan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar;

baku II

saling

Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, Badudu dan Zain menjelaskan makna kata baku.

baku I

(Jawa) yang menjadi pokok; (2) yang utama; standar.

baku II

(Manado), saling (1996 : 114)

Baku dalam bahasa baku di dalam 3 Kamus di atas bermakna sama dengan baku I. Oleh karena itu, bahasa baku ialah bahasa yang menjadi pokok, yang menjadi dasar ukuran, atau yang menjadi standar.

Penjelasan makna kata itu tentu saja belum cukup untuk memahami konsep yang sesungguhnya. Oleh karena itu, istilah bahasa baku itu akan dijelaskan lagi secara luas di bawah ini. Istilah bahasa baku dalam bahasa Indonesia atau standard language dalam bahasa Inggris dalam dunia ilmu bahasa atau linguistik pertama sekali diperkenalkan oleh Vilem Mathesius pada 1926. Ia termasuk pencetus Aliran Praha atau The Prague School. Pada 1930, B. Havranek dan Vilem Mathesius merumuskan pengertian bahasa baku itu. Mereka berpengertian bahwa bahasa baku sebagai bentuk bahasa yang telah dikodifikasi, diterima dan difungsikan sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas (A Standard language can tentatively be definite as a codified form of language accepted by and serving as a model for a large speech community) (Garvin, 1967 dalam Purba, 1996 : 52).

Pengertian bahasa baku di atas diikuti dan diacu oleh pakar bahasa dan pengajaran bahasa baik di barat maupun di Indonesia. Di dalam Dictionary Language and Linguistics, Hartman dan Strok berpengertian bahasa baku adalah ragam bahasa yang secara sosial lebih digandrungi dan yang sering didasarkan bahasa orang-orang yang berpendidikan di dalam atau di sekitar pusat kebudayaan atau suatu masyarakat bahasa (Standard language is the socially favourite variaty of a langauage, often based on the speech of educated population in and a round the cultural

and or political cntre of the speech community) (1972 : 218). Di dalam Sociolinguistics A Critical Survey of Theory and Application, Dittmar berpengertian bahwa bahasa baku adalah ragam bahasa dari suatu masyarakat bahasa yang disahkan sebagai norma keharusan bagi pergaulan sosial atas dasar kepentingan dari pihak-pihak dominan di dalam masyarakat itu. Tindakan pengesahan itu dilakukan melalui pertimbangan-pertimbangan nilai yang bermotivasi sosial politik (The standard is that speech variety of a language community which is legitimized as a the obligatory norm form social intercourse on the strength of the interest of dominant forces in that social. The act of legitimized a norm is effected by means of value judgement which have

sociopolitical motivation) (1976 : 8).

Kodifikasi kebahasaan juga dikaitkan dengan masalah bahasa menurut situasi pemakai dan pemakaian bahasa. Kodifikasi ini akan menghasilkan ragam bahasa. Perbedaan ragam bahasa itu akan tampak dalam pemakaian bahasa lisan dan tulis. Dengan demikian kodifikasi kebahasaan bahasa baku akan tampak dalam pemakaian bahasa baku. Bahasa baku atau bahasa standar itu harus diterima atau berterima bagi masyarakat bahasa. Penerimaan ini sebagai kelanjutan kodifikasi bahasa baku. Dengan penerimaan ini bahasa baku mempunyai kekuatan untuk mempersatukan dan menyimbolkan masyarakat bahasa baku. Bahasa baku itu difungsikan atau dipakai sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas. Acuan itu dijadikan ukuran yang disepakati secara umum tentang kode bahasa dan kode pemakaian bahasa di dalam

situasi tertentu atau pemakaian bahasa tertentu. Ketiga aspek yang terdapat di dalam konsep bahasa baku itu kodifikasi, keberterimaan, difungsikan atau dipakai sebagai model, berkesatuan utuh dan saling berkait, baik dalam menentukan kode bahasa maupun kode pemakaian bahasa baku. Hal ini akan dirinci pada pembahasan ciri-ciri dan fungsi bahasa baku dan pemakaian bahasa baku.


Bahasa sebagai Alat Komunikasi

Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerjasama dengan sesama. Bahasa mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. (GorysKeraf, 1997 : 4). Pada saa kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan laku untuk dijual. Sehingga kita sering mendengarkan istilah“ BahasaKomunikatif”.

Misalnya: Kata Makro hanya dapat dipahami oleh golongan masyarakat tertentu, Besar atau luas mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat.

Jumat, 04 Juni 2010

SEARCH ENGINE

Search Engine adalah suatu portal website yang menyediakan informasi pencarian data-data yang dibutuhkan pengunjung internet. Untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan, pengunjung internet masuk ke situs tersebut dan melakukan pencarian. Website search engine yang terkenal adalah Google dan Yahoo.

Cara kerja search engine pertama-tama mencopy paste semua halaman website yang ada di dunia. Setelah data tersebut masuk kemudian diolah dengan algoritmanya sendiri. Saat pengunjung mencari data yang dibutuhkan, dengan algoritmanya dia menampilkan data sesuai yang dimasukkan pengunjung.

Search Engine akan berusaha mungkin menampilkan data yang paling relevan dengan yang diinginkan pengunjung. Berbagai kemungkinan data yang akan ditampilkan, dan search engine punya banyak pertimbangan yang dituangkan dalam algoritmanya.

Algoritma ini terus berkembang karena perkembangan teknologi yang ada di samping banyak website yang berusaha agar website dia muncul di halaman pertama hasil pencarian.

Untuk bisa masuk di halaman pertama, kita harus membuat website mempunyai content yang baik selain juga mempunyai struktur website yang disenangi serach engine. Ini dikenal dengan SEO (Search Engine Optimization).

MEMBANGUN SEARCH ENGINE

Mendengar istilahsearch engine, pasti sebagian besar pikiran langsung ke Google. Tetapi apakah Google selalu dapat memenuhi kebutuhan kita? Terutama bila dokumen tersebut menggunakan bahasa tertentu. Dari kebutuhan mesin pencari (search engine) di dalam situs Presiden Republik Indonesia, maka tim pengembang telah mencobakan berbagai macam mesin pencari yang ada. Dari pengalaman ini, kami merasakan hingga saat ini belum ada mesin pencari yang cukup memahami bahasa Indonesia, dan masih sedikit yang melakukan analisi kandungan (content analysis) ketika melakukan pencarian.

Memang beberapa search engine telah mampu melakukan identifikasi bahasa yang digunakan pada dokumen tersebut. Proses identifikasi ini biasanya dilakukan dengan cara mengenali beberapa kata di dokumen tersebut yang khas bagi bahasa tertentu, tetapi mesin pencari tersebut tidak melakukan analisa kandungan dari dokumen tersebut. Sehingga untuk beberapa kondisi menjadi sangat terbatas dan bahkan menyebabkan pencarian yang memberikan hasil, yang tidak memiliki hubungan dengan makna kata yang ingin ditemukan.

Pendekatan

Mesin pencari yang dibangun ini menggunakan 2 pendekatan yang masih jarang dilakukan oleh mesin pencari. Pertama dalam melakukan proses pencarian yaitu menggunakan analisa kandungan teks bahasa Indonesia. Kedua, dalam penyajian hasil pencarian serta metoda memfokuskan pencarian yang menggunakan “cloud of tag”. Tag adalah kata atau frase yang digunakan untuk merepresentasikan topik dari suatu artikel. Pada dunia “blog” sering suatu artikel diberi metadata yang disebut tag yang berupa topik dari artikel tersebut. Kedua hal di atas menjadi fokus pengembangan disebabkan karena beberapa keterbatasan yang kami jumpai pada pemanfaatan beberapa mesin pencari yang ada

Sebagai contoh sederhana, mesin pencari yang ada saat ini tak mampu membedakan konteks pada kata seperti “beruang”. Mesin pencari tersebut tak membedakan kata “beruang” sebagai binatang, atau “beruang” dalam arti memiliki uang. Mesin pencari yang ada tidak membedakan kedua kata tersebut, dan akan menampilkan semua dokumen yang mengandung kata tersebut. Mesin pencari yang dikembangkan berusaha mengenali perbedaan arti tersebut.

Faktor lain adalah ketika ingin melakukan fokus pencarian dari hasil pencarian yang telah diperoleh dengan menggunakan suatu kata kunci. Beberapa search engine menggunakan fasilitas, pencarian dengan opsi lanjutan. Sayangnya hal ini tetap berdasarkan kesamaan kata, belum berdasarkan makna kata tersebut. Ada juga mesin pencari seperti Vivisimo yang menggunakan teknik klaster untuk mengelompokkan hasil pencarian. Sayangnya proses kluster ini hanya berdasarkan statistik kesamaan kata, alih-alih dengan melakukan analisis kandungan dari dokumen.

Sebagai contoh ketika dilakukan pencarian misal dengan kata kunci Presiden, maka relatif konteks yang terkaiat dengna kata Presiden tersebut tak dapat ditampilkan untuk mempermudah pencarian. Sehingga pengguna harus berusaha menemukan kata kunci tambahan lainnya. Di dalam mesin pencari ini, maka sistem akan memberikan saran tag (atau topik) yang terkait dengan kata kunci yang diberikan oleh pengguna. Penyusunan korelasi antar topik ini dilakuakn secara otomatis. Dengan cara ini pengguna dapat lebih mudah mencari teks yang dibutuhkan.

Analisa

Pada prinsipnya search engine ini akan melakukan analisis kandungan teks bahasa Indonesia, kemudian berdasarkan topic map yang disusun maka akan dihasilkan “cloud of tag” atau topik dari artikel yang terkait. Tag (yang banyak digunakan di blogsphere) ini akan memudahkan proses pencarian berikutnya. User tinggal memilih topik yang terkait dengan keyword yang pertama yang digunakan. Sebagai contoh, user pertama kali akan mencari dengan kata “Presiden”, maka sistem akan memberikan hasil pencarian yaitu artikel yang memiliki kata tersebut, dan user disuguhi dengan cloud of tag yang berisi pilihan misal “presiden SBY”, “presiden Suharto”, “presiden BJ Habibie” dan seterusnya. Sehingga user bisa dapat memilih tag mana yang sebetulnya akan dicari.

Penggunaan komponen Open Source adalah keputusan strategis yang tak dapat dihindari dalam mengembangkan mesin pencari ini. Hal ini disebabkan keterbatasan tenaga, dana, serta waktu yang ada. Dan tentu saja keluwesan yang ada pada komponen Open Source tersebut, serta beberapa teknologi memang hanya ada pada aplikasi Open Source. Dengan komponen Open Source memungkinkan pengembangan dilakukan secara cepat dengan hasil yang baik tanpa menghabiskan dana untuk lisensi. Open Source memungkinkan peneliti yang memiliki keterbatasan dana penelitian dan jumlah peneliti untuk melakukan suatu penelitian yang tadinya dianggap mustahil.

Sebagai komponen utama untuk proses pencarian, sistem ini menggunakan project Open Source Lucene sebagai komponen yang membantu proses pengindeksan dan pencarian dokumen. Sedangkan untuk melakukan analisis kandungan teks maka digunakan proyek kreasi IBM Unstructured Information Management Architecture (UIMA). Tentu saja agar sistem dapat berjalan dengan baik maka dibutuhkan komponen lainnya, antara lain Tomcat dan MySql. Sedangkan sebagai bahasa pemrograman digunakan Java dengan berbagai pustaka yang mendukung.


Facebook Vs Friendster

Meski sama sama social network, Friendster dan Facebook sama sama mempunyai karakter sendiri-sendiri, terutama untuk fitur yang diberikan pada user. Friendster danFacebook sama sama mengacu pada kemudahan user untuk menjadi member baru.


REGISTRASI

Untuk form registrasi, Friendster dan Facebook sama sama memberi kemudahan. Hal ini dapat dilihat pada halaman depan Friendster dan Facebook dimana keduanya langsung memberi penawaran bagi yang belum menjadi member baru. Bila bisa dinilai pada step registrasi, Friendster dan Facebook, keduanya sama sama mengacu pada kemudahan user untuk bergabung didalamnya.

Score:

Friendster: 1 Facebok: 1

CISTOMIZE

Pada halaman bagian ini akan terlihat perbedaan antara Friendster dan Facebook.Pada Friendster, halaman depan sederhana dengan memberi pembagian segmen yang jelas. Bentuk informasi yang diberikan Friendster ini relative singkat dan cenderung menggunakan link.

Bila Anda bosan dengan tampilan default Friendster, Anda bisa melakukan editing untuk profile tersebut. Anda bisa mengubah dan mengganti tata letak serta pewarnaan dari halaman profile. Fitur CSS Friendster jelas lebih memanjakan user untuk membangun sebuah tampilan profile yang unik.

Sedangkan pada Facebook, halaman depannya juga memberi bentuk yang sederhana, bahkan cenderung lebih banyak teksnya dibandingkan dengan foto. Ukuran foto yang ditampilkan pun relative kecil, sehingga jelas terlihat kalau Facebook lebih mengumtamakan load pada halaman depan.

Untuk melakukan editing pada tampilan Facebook memang tidak semudah melakukanediting pada friendster. Artinya, pada Facebook, user “dipaksa” menggunakan tampilan default. Memang beberapa user biSA melakukan editing pada profile facebook, tapi tentu user yang berpengalaman.

Score:

Friendster :1 Facebook :0

Privasi

Privasi pada sebuah social network adalah hal yang mutlak. Seseorang biasanya enggan memberikan nama aslinya dan cenderung memberikan nama samarannya. Hal ini dimungkinkan karena sistem privasi yang kurang.

Pada Friendster, system privasi profile memang sudah ada, tapi ada beberapa data yangbuisa ditampilkan, seperti nama, kota, atau alamat.

Sedangkan pada Facebook, privasi terbilang cukup bagus. Dengan fitur tawaran Privacysetting, memungkinkan user untuk mengeset siapa yang diperbolehkan mengakses informasi pada profile, dan siapa yang tidak. Mungkin hal ini yang menyebabkan banyak public figure yang nyaman memiliki account facebook dengan namanya sendiri.

Score:

Friendster: 1 Facebook: 2

Bagan komentar

Bagi yang sudah mempunyai Friendster, pasti sudah paham dengan yang namanya komentar atau dalam bahasa Friendster disebut testi. Pada bagian ini, Friendster masihdirasa sangat kurang karena tidak bisa menanggapi secara langsung komentar yang dituliskan orang lain. Apalagi, untuk sebuah komentar harus masuk seleksi terlebih dahulu sebelum ditampilkan pada profile.

Lain halnya dengan Facebook, dengan fitur News Feed dan Live Feed, user bisa melihat aktivitas apa saja yang baru dilakukan oleh seseorang di Facebook, Selain itu, satu komentar bisa dikomentari dengan rapi tanpa mengganggu komentar yang lainnya. Artinya, pemisahan untuk komentar ini cukup bagus.

Dari beberapa penilaian di atas memang facebook masih lebih unggul dibandingkanFriendster. Tapi penilaian di atas memang tidak mutlak, karena sebuah social networkbergantung pada perilaku user itu sendiri. Facebook memang memiliki banyak fitur, tetapi saking banyaknya fitur yang disediakan, user jadi kurang bisa memaksimalkan fitur fitur tersebut. Berbeda dengan Friendster yang lebih mudah dipelajai.

Teknologi Monitor: Dulu, Kini dan Masa Depan

Monitor atau yang juga disebut sebagai “computer display” merupakan komponen output yang digunakan untuk menampilkan teks atau gambar ke layar sehingga dapat dinikmati oleh pemakai.

1.1. Sejarah Monitor


Pada generasi awal komputer, belum menggunakan monitor khusus seperti sekarang ini. Komputer waktu itu terhubung dengan TV keluarga sebagai layar penampil dari pengolahan data yang dilakukannya. Yang cukup menjadi masalah adlaah bahwa resolusi monitor TV saat itu hanya mampu menampilkan 40 karakter secara horisontal pada layar.

Monitor khusus untuk komputer dikeluarkan oleh IBM PC, yang pada awalnya memiliki resolusi 80 X 25 dengan kemampuan warna “green monochrome”. Monitor ini sudah mampu menampilkan hasil yang lebih terang, jelas dan lebih stabil.

Pada generasi berikutnya muncul mono graphics (MGA/MDA) yang memiliki 720x350. Selanjutnya di awal tahun 1980-an muncul jenis monitor CGA dengan range resolusi dari 160x200 sampai 640x200 dan kemampuan warna antara 2 sampai 16 warna.

Monitor EGA muncul dengan resolusi yang lebih bagus yaitu 640x350. Monitor jenis ini cukup stabil sampai berikutnya munculnya generasi komputer Windows.

Semua jenis monitor ini menggunakan digital video - TTL signals dengan discrete number yang spesifik untuk mengatur warna dan intensitas cahaya. Antara video adapter dan monitor memiliki 2, 4, 16, atau 64 warna tergantung standard grafik yang dimiliki.

Selanjutnya dengan diperkenalkannya standard monitor VGA, tampilan grafis dari sebuah Personal Computer menjadi nyata. VGA dan generasi-generasi yang berhasil sesudahnya seperti PGA, XGA, atau SVGA merupakan standard analog video dengan sinyal R (Red), G (Green) dan B (Blue) dengan continuous voltage dan continuous range pada pewarnaan. Secara prinsip analog monitor memungkinkan penggunaan full color dengan intensitas yang tinggi.

Generasi monitor terbaru adalah teknologi LCD yang tidak lagi menggunakan tabung elektron CRT tetapi menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang tinggi.

1.2. Berbagai Jenis Monitor
Dengan perkembangannya yang sangat pesat, saat ini terdapat tiga jenis teknologi monitor. Ketiga golongan teknologi tersebut adalah CRT (Cathode Ray Tube), Liquid Crystal Display (LCD) dan Plasma gas.

a. Cathode Ray Tube


Pada monitor CRT, layar penampil yang digunakan berupa tabung sinar katoda. Teknologi ini memunculkan tampilan pada monitor dengan cara memancarkan sinar elektron ke suatu titik di layar. Sinar tersebut akan diperkuat untuk menampilkan sisi terang dan diperlemah untuk sisi gelap. Teknologi CRT merupakan teknologi termurah dibanding dengan kedua teknologi yang lain. Meski demikian resolusi yang dihasilkan sudah cukup baik untuk berbagai keperluan. Hanya saja energi listrik yang dibutuhkan cukup besar dan memiliki radiasi elektromagnetik yang cukup kuat.

b. Liquid Crystal Display


Monitor LCD tidak lagi menggunakan tabung elektron tetapi menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Karena bentuknya yang pipih, maka monitor jenis flat tersebut menggunakan energi yang kecil dan banyak digunakan pada komputer-komputer portabel. Kelebihan yang lain dari monitor LCD adalah adanya brightness ratio yang telah menyentuh angka 350 : 1. Brigtness ratio merupakan perbandingan antara tampilan yang paling gelap dengan tampilan yang paling terang.

Liquid Crystal Display menggunakan kristal liquid yang dapat berpendar. Kristal cair merupakan molekul organik kental yang mengalir seperti cairan, tetapi memiliki struktur spasial seperti kristal. (ditemukan pakar Botani Austria – Rjeinitzer) tahun 1888. Dengan menyorotkan sinar melalui kristal cair, intensitas sinar yang keluar dapat dikendalikan secara elektrik sehingga dapat membentuk panel-panel datar.

Lapisan-lapisan dalam sebuah LCD:

  • Polaroid belakang
  • Elektroda belakang
  • Plat kaca belakang
  • Kristal Cair
  • Plat kaca depan
  • Elektroda depan
  • Polaroid depan

Elektroda dalam lapisan tersebut berfungsi untuk menciptakan medan listrik pada kristal cair, sedangkan polaroid digunakan untuk menciptakan suatu polarisasi.

Dari sisi harga, monitor LCD memang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan monitor CRT. Dan beberapa kelemahan yang masih dimilikinya seperti kurang mampu digunakan untuk bekerja dalam berbagai resolusi, seperti misalnya monitor dengan resolusi 1024 X 768 akan terkesan agak buram jika dipekerjakan pada resolusi 640 X 420. Tatapi akhir-akhir ini kelemahan tersbut sudah mulai di atasi dengan teknik anti aliasing.

c. Plasma Gas


Monitor jenis ini menggabungkan teknologi CRT dengan LCD. Dengan teknologi yang dihasilkan, mampu membuat layar dengan ketipisan menyerupai LCD dan sudut pandang yang dapat selebar CRT. Plasma gas juga menggunakan fosfor seperti halnya pada teknologi CRT, tetapi layar pada plasma gas dapat perpendar tanpa adanya bantuan cahaya di belakang layar. Hal itu akan membuat energi yang diserap tidak sebesar monitor CRT. Kontras warna yang dihasilkan pun lebih baik dari LCD. Teknologi plasma gas ini sering bisa kita jumpai pada saat pertunjukan-pertunjukan musik atau pertandingan-pertandingan olahraga yang spektakuler. Di sana terdapat layar monitor raksasa yang dipasang pada sudut-sudut arena tertentu. Itulah monitor yang menggunakan teknologi plasma gas.

Sumber : sony-ak.com

Kamis, 03 Juni 2010

Review Spesifikasi Motorola Flipout Dengan Desain Unik




Spesifikasi lengkap telepon Android Motorola Flipout

Android produk lain yang dimiliki oleh Motorola, mereka baru saja memperkenalkan handset Android dengan desain persegi yang dapat diputar sehingga pengguna dapat memamnfaatkan keyboard QWERTY. Handset bernama "Motorola Flipout". Smartphone ini dilengkapi dengan fitur yang membawa lengkap, termasuk HSDPA akses data, -Wi Fi, GPS dan fitur utama Motorola MOTOBLUR UI . Segmen dari handset ini adalah gaya remaja mengingat bentuk dan penata


Spesifikasi:

  • Jaringan: 2G GSM 850 / 900 / 1800 / 1900, 3G HSDPA 850/1900
  • Ukuran / Model: 67 x 67 x 15.8 mm, 118 g / Flipout
  • Layar: TFT touchscreen, 256K warna, 320 x 320 piksel, 2,8 inci (QWERTY keyboard
  • , Accelerometer sensor untuk auto-memutar UI, dengan Live MOTOBLUR Widget v1.5 UI)
  • OS: Android OS, v2.1 (eclair)
  • Processor: 700MHz processor TI OMAP3410
  • Kamera: 03:15 MP, 2048x1536 pixels, video
  • Koneksi: GPRS Class 10 (4 +1 / 3 +2 slot), 32-48 Kbps, EDGE Class 10, 236.8 kbps, HSDPA 3,6 Mbps, WiFi 802.11 b / g, Bluetooth v2.1 dengan A2DP, microUSB v2. 0
  • Memori: Internal 256 MB RAM 512 MB ROM, microSD hingga 32GB dari eksternal
  • Aplikasi: SMS, AMS, MMS, Email, Push Email, IM, Games
  • Browser: WAP 2.0/xHTML, HTML, JAVA aplikasi melalui pihak ketiga
  • Warna Pilihan: Hitam, Hijau, Pink
  • Baterai: Li-Ion 940 mAh

Fitur lain:

  • A-GPS support
  • Google Maps dengan Street View
  • MP3/eAAC + / WAV player
  • MP4/H.264/H.263 pemain
  • Facebook, MySpace, aplikasi Twitter
  • Penyelenggara
  • Document viewer
  • Voice memo / dial
  • T9





Tag: Smartphone Motorola PDA Android Flipout, harga Motorola Flipout, 3G Motorola Selular Flipout, bisnis mobile Phones Motorola Flipout, terbaru ponsel Motorola Flipout, menawarkan ponsel Motorola Flipout, smartphone terbaik Flipout Motorola, ponsel Android Motorola Flipout, harga Motorola Flipout